"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan
seperti itu pula Bumi. Perintah Allah berlaku
padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan
sesungguhnya Allah, ilmu Nya benar-benar
meliputi segala sesuatu." QS. At Thalaq (65): 12 Bumi adalah tempat berdiam/berpijak atau
habitat hidup, sdg langit adalah ruang di
atasnya, dimanapun tempat berdiam manusia
di atasnya itulah yg di sebut langit. Lalu dimanakah 7 bumi berada?? 7 Bumi adalah 7 tempat berdiam manusia
dalam prosesnya menuju kehidupan akherat
yg kekal. Bumi-bumi itu adalah: 1. ketika manusia masih berupa sperma,
buminya adalah buah zakar. 2. ketika manusia berupa janin, buminya
adalah rahim ibunya. 3. ketika manusia keluar dari dalam perut
ibunya, inilah buminya. skrng ini,inilah bumi
yang ke tiga. langitnya berwarna kebiruan. 4. ketika manusia mati, ia dikubur.alam kubur
menjadi buminya. tempatnya di barzah.
barzah adalah alam antara utk menuju
kehidupan akherat yg kekal. barzah berada
dibumi ini juga, namun berbeda dimensi.
barzah adalah alam gelap gulita, shg penghuni2nya gentayangan seperti anai-anai
(laron) yg sibuk mencari cahaya. hanya ruh-
ruh orang2 yg berimanlah yg terang
benderang tak sesat jalan. pada pagi dan
petang, bagi ruh-ruh penghuni barzah
ditampakkan dlm pandangan matanya surga dan neraka, sesuai tempat yg akan dituju
masing-masing. keadaan barzah spt org2 yg
bermimpi, ada yg mimpi indah ada pula yg
buruk. ruh-ruh dlm barzah akan mawujud
dalam bentuk energi positif (+) dan energi (-)
yg melayang-layang bebas diudara alam ini. ruh-ruh itu akan masuk kedalam hati manusia-
manusia yg masih hidup, lalu mempengaruhi
manusia yg masih hidup. adapun ruh-ruh yg
negatif akan menimbulkan pengaruh buruk
dan menyesatkan manusia. inilah yg menjadi
setan-setan yg berasal dari bangsa manusia. sdg ruh-ruh yg positif akan dimanfaatkan utk
mempengaruhi manusia kedalam jalan yg
benar. inilah yg menjadi malaikat-malaikat yg
asalnya bangsa manusia. langitnya berwarna
gelap gulita. 5. ketika manusia dibangkitkan kembali,
setelah pemusnahan alam semesta (kiamat)
terjadi, makhsyarlah buminya. makhsyar
adalah bumi yg lain, bumi yg baru yg dibentuk
kembali dari penyatuan unsur2 alam semesta.
makhsyar akan menjadi bumi yg sgt luas. keadaan manusia ketika bangkit dari alam
barzah menuju makhsyar spt org yg bangun
tidur dari mimpi. adapun pendosa akan gelisah
sebab ketika dialam barzah telah
dinampakkan neraka kpd mereka.mereka
bangkit spt org yg sedang mimpi buruk. keadaan manusia di makhsyar berbeda dgn
manusia didunia, adapun didunia wujud luar
(dhohir) menutupi wujud dalam (batin). sdg di
makhsyar wujud batin akan di dhohirkan,
karenanya kebanyakan manusia akan bangkit
dalam rupa-rupa binatang, sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. langitnya
berwarna kuning kemerah-merahan (jingga). 6. ketika manusia harus mempertanggung
jawabkan segala dosa-dosanya,manusia
dilempar dalam neraka,untuk menerima
pembalasan akibat sgala dosa-dosanya.
neraka inilah bumi ke 6. ada yg terjebak
dalam bumi ke 6 ini slama-lamanya,ada pula yg diangkat menuju bumi kesempurnaan
berikutnya. neraka adalah tempat yang
membuat setiap penghuninya frustasi dan
gemar melakukan percobaan bunuh diri.tapi
tak ada satupun yang berhasil mati, sbb
tubuhnya dihimpun kembali lalu dihidupkan lagi. langitnya berwarna merah kehitam-
hitaman. 7. bumi terakhir yaitu surga. inilah bumi ke 7,
tmpat kesempurnaan. peradaban manusia
tdklah berhenti disini, ilmu akan dikaji,terus
dan terus, sampai ketertakhinggaan. kekal
tanpa batas waktu. kekal didalam
kedinamisan, dalam gerak dan perubahan. Surga terus ditata, terus dibangun lebih baik
dari waktu ke waktu. surga bukanlah sekedar
tempat makan, minum enak dan kenikmatan-
kenikmatan sexual. jauh dari itu. surga adalah
tempat kedamaian dan pencerahan tiada henti.
di situlah Tuhan dimengerti melalui ilmu yg senantiasa berkembang. langitnya berwarna
putih cerah
Kata Bijak Pak Mario
Jumat, 15 Maret 2013
Jumat, 07 Desember 2012
Malam Itu.......
Aku hanya sesaat b'diam diri, memejamkan mata & merasakan suasana yg ada. Saat tubuhku t'diam, seolah angin datang m'hempas & berlalu. Entah apa yg di bawanya, entah apa yg ia tempelkan dikulitq. Belum m'jadikan beban yg harus q pikul atau mungkin takkan pernah jd beban karena kebiasaan dr anggapan yg ada, biasanya akan menganggap hal yg sbenarnya istimewa akan dianggap biasa.
Disadari atau tidak, suasana dari alam sadar pikiran tkadang lebih nyata dr yg aku lihat saat mata terbuka. Pikiranku menerobos dinding2 imajinasiku. Ada kalimat yg akhirnya tertempel dalam pikiranku, ada tanya yg aku bawa kedalam realitas hidup setelah memukul telak diriku. Aku telah m'jalankan kehidupan selama ini, lantas masih adakah yang menungguq saat q sudah bertemu tuju ??? Untuk apa aku hidup, jika tak ada yg menungguq ???? Untuk apa aku mengejar segala sesuatu yg di anggap perlu ??? Untuk memenuhi kebutuhanq atau untuk memenuhi keinginanq ??? Bukankah yg kita kejar & kita cari bukan semata hanya anggapan ??? Bukankah yg kita tuju adalah realitas yg kita anggap perlu sbagai salah satu bekal tuk bahagiakan diri kita ???
Satu alasan yg aku perlu, alasan yg bisa m'bangunkan keyakinan dalam diri ini. Ah..tapi satu alasan saja spertinya tak akan cukup tuk m'bangunkan satu keyakinan, aku pasti butuh alasan lain. Sebeb bagaimana pun juga, manusia sendiri di ciptakan bukan tanpa alasan. Banyak alasan yg tak akan pernah aku tau jika aku tak di beri tahu, kenapa q harus dilahirkan. Bukankah sebelumnya aku tak pernah meminta untuk dihidupkan. Masih ada hal lain yg akan menjamin & m'pertanggung-jawabkannya. Tinggal kita mencoba menjalankan & menyaksikan kejadian demi kejadian yg sudah disediakan dalam m'jalankan khidupan.
Kadang q sendiri b'pikir, mengabdikan diri kepada “hal” yang kita cintai atau m'jadikan diri sendiri m'jadi pelengkap, penyelamat dan pengobat akan “sesuatu hal disekitaran kita” : dengan retorika, hanya orang yg sudah diselamatkanlah yg akan mampu membimbing diri kita dalam m'hadapi yg terjadi. Walau keduanya sudah menjadi bagian dari satu kesatuan yg ada dalam diri kita atau disekitaran kita. Kedua hal tersebut tentunya bukan tak beralasan knapa harus aku tuliskan. Keduanya punya arti di masing2 sisi saat kita coba melihatnya. Jika ini sbatas sbuah p'tanggung jawaban akan p'jalanan dalam kehidupan, nggak ada salahnya juga kita mecoba belajar mempertanggung- jawabkannya. Baik pada diri kita, pada orang di sekitar kita, bahkan pada sang kuasa.
Memang sejatinya kita tak ada kemampuan sedikit pun di dalam mempertanggung jawabkan setiap yg terjadi. Akan tetapi bukan berarti kita harus b'diam diri tanpa usaha dan upaya sedikitpun, sebab masih ada sang penentu yg kita hadapi saat mencoba mempertanggung-jawabkannya. Mencoba belajar dari yg terjadi, mencoba menghargai dari yg terjadi, mencoba memaknai dari setiap kejadian yg kita hadapi sebagai satu kepemilikan bagi setiap diri. Orang lain tak akan pernah peduli dari setiap kejadian yg terjadi pada diri kita. Biarkan, karena mereka pun seperti kita selalu belajar memahami setiap kejadian2 yg harus di hadapi. Jangan pernah menghindar, itu akan membuang banyak energi di dalam diri. Harusnya kita sudah mulai menyadari bahwa dalam kenyataannya kita tak akan pernah bisa menghindari satu kejadian yg sudah di tentukan oleh kehidupan. Biarkan, toh kehidupan juga tunduk kepada perubahan. Begitu pula yg sedang kita hadapi, semua pasti akan terlewati kemudian akan terganti
Disadari atau tidak, suasana dari alam sadar pikiran tkadang lebih nyata dr yg aku lihat saat mata terbuka. Pikiranku menerobos dinding2 imajinasiku. Ada kalimat yg akhirnya tertempel dalam pikiranku, ada tanya yg aku bawa kedalam realitas hidup setelah memukul telak diriku. Aku telah m'jalankan kehidupan selama ini, lantas masih adakah yang menungguq saat q sudah bertemu tuju ??? Untuk apa aku hidup, jika tak ada yg menungguq ???? Untuk apa aku mengejar segala sesuatu yg di anggap perlu ??? Untuk memenuhi kebutuhanq atau untuk memenuhi keinginanq ??? Bukankah yg kita kejar & kita cari bukan semata hanya anggapan ??? Bukankah yg kita tuju adalah realitas yg kita anggap perlu sbagai salah satu bekal tuk bahagiakan diri kita ???
Satu alasan yg aku perlu, alasan yg bisa m'bangunkan keyakinan dalam diri ini. Ah..tapi satu alasan saja spertinya tak akan cukup tuk m'bangunkan satu keyakinan, aku pasti butuh alasan lain. Sebeb bagaimana pun juga, manusia sendiri di ciptakan bukan tanpa alasan. Banyak alasan yg tak akan pernah aku tau jika aku tak di beri tahu, kenapa q harus dilahirkan. Bukankah sebelumnya aku tak pernah meminta untuk dihidupkan. Masih ada hal lain yg akan menjamin & m'pertanggung-jawabkannya. Tinggal kita mencoba menjalankan & menyaksikan kejadian demi kejadian yg sudah disediakan dalam m'jalankan khidupan.
Kadang q sendiri b'pikir, mengabdikan diri kepada “hal” yang kita cintai atau m'jadikan diri sendiri m'jadi pelengkap, penyelamat dan pengobat akan “sesuatu hal disekitaran kita” : dengan retorika, hanya orang yg sudah diselamatkanlah yg akan mampu membimbing diri kita dalam m'hadapi yg terjadi. Walau keduanya sudah menjadi bagian dari satu kesatuan yg ada dalam diri kita atau disekitaran kita. Kedua hal tersebut tentunya bukan tak beralasan knapa harus aku tuliskan. Keduanya punya arti di masing2 sisi saat kita coba melihatnya. Jika ini sbatas sbuah p'tanggung jawaban akan p'jalanan dalam kehidupan, nggak ada salahnya juga kita mecoba belajar mempertanggung- jawabkannya. Baik pada diri kita, pada orang di sekitar kita, bahkan pada sang kuasa.
Memang sejatinya kita tak ada kemampuan sedikit pun di dalam mempertanggung jawabkan setiap yg terjadi. Akan tetapi bukan berarti kita harus b'diam diri tanpa usaha dan upaya sedikitpun, sebab masih ada sang penentu yg kita hadapi saat mencoba mempertanggung-jawabkannya. Mencoba belajar dari yg terjadi, mencoba menghargai dari yg terjadi, mencoba memaknai dari setiap kejadian yg kita hadapi sebagai satu kepemilikan bagi setiap diri. Orang lain tak akan pernah peduli dari setiap kejadian yg terjadi pada diri kita. Biarkan, karena mereka pun seperti kita selalu belajar memahami setiap kejadian2 yg harus di hadapi. Jangan pernah menghindar, itu akan membuang banyak energi di dalam diri. Harusnya kita sudah mulai menyadari bahwa dalam kenyataannya kita tak akan pernah bisa menghindari satu kejadian yg sudah di tentukan oleh kehidupan. Biarkan, toh kehidupan juga tunduk kepada perubahan. Begitu pula yg sedang kita hadapi, semua pasti akan terlewati kemudian akan terganti
Selasa, 24 Juli 2012
Pangaja Pappaseng Ogi
Pappaseng adalah wasiat yang diberikan oleh orang tua, to sulsana/cendekiawan, atau raja kepada anak-cucuny atau orang banyak untuk selalu diingat sebagai suatu amanah yang harus dipatuhi dan dilaksanakan atas dasar percaya pada diri sendiri disertai dengan rasa tanggung jawab. Pelanggaran atas pappaseng itu akan mendapat peringatan dari Dewata berupa kesulitan dalam kehidupannya.
Sementara itu,Pappangaja adalah nasehat yang diberikan oleh orang tua, to sulsana/cendekiawan atau raja kepada anak cucu/orang banyak untuk dijadikan pedoman hidup dari kata-kata sulsana atau kata-kata hikmah tersebut. Pemberian pangaja itu ada kalanya melalui cerita berisi ibarat, perumpamaan dan sebagainya.Sifat dan tingkah laku yang ditampilkan itu memberikan kesan bahwa sifat itu adalah terpuji dan mulia.Penuturan pangaja itu selalu mengarah kepada yang baik atau benar,sebaliknya sifat yang tidak baik tercela dilarang. Dibawah ini disajikan beberapa pappaeng dan pappengaja;
1. Aja’ nasalaiyo acca, nasaba iyya riasengnge tau macca, malemae teppa adanna natongengpi napoadai; malebbii kedona enrengnge pangampena, naparajai padanna tau napakatunai alena. Artinya: Jangan jauhkan dirimu dari kecakapan/kepintaran. Sebab yang dikatakan orang pintar ialah orang yang lemah lembut bicaranya, dan hanya yang benar yang dia ucapkan; bertingkah laku yang baik dan sopan santun kepada sesamanya dan selalu merendahkan diri.
2. Aja’ nasalaiyo isseng madeceng. Naiyya riasengnge isseng madeceng pakkalu lempukengngi rialena ada-adanna ripadanna tau. Artinya: Jangan kehabisan ilmu pengetahuan atau bicara yang baik sebab yang dimaksud pengetahuan/bicara yang baik adalah berkata secara lemah lembut terhadap sesama orang.
3. Aja’ nasaliyo nyameng-kininnawa. Naiyya riasengnge nyameng-kininnawa teppasilaingengngi seyajinna mawek mabela enreng nge Tania-e seyajinna, nasappareng maneng deceng sininna tau medennuangnge rialena. Artinya: Jangan tinggalkan ketulusan hati. Karena yang dimaksud ketulusan hati/kebaikan budi, ialah tidak membedakan antara family dekat dengan family jauh atau yang bukan familinya, dia akan berupaya mencarikan kebaikan semua orang yang membutuhkannya.
4. Makkedai Petta Matinro-e ri Kannana; naiyya lempu-e patampuawangengngi: - Sewwani : Nasalaiwi naddampeng - Maduanna : Magetteng taro bicara. - Matellunna : Temmangoa-engngi taniya olona, - Maeppana : Tessalai-e janci. Artinya: Kata Petta Matinro-e ri Kannana, bahwa ada empat ciri dari orang lurus/jujur. - Pertama : Kalau bila kita salah ia memaafkan. - Kedua : Teguh pendirian, tegas dalam ucapan. - Ketiga : Tidak serakah terhadap hal yang bukan haknya, - Keempat : Tidak mengingkari janji.
5. Tellomo-lomo alempurengnge ripegau’, apa rirapangngi manu-manu malinrang, rekko tenrissengngi pappepatona. Naiyya pappepatona riurungngi sibawa siri’, naiyya pappanrena makkalitututue, naiyya ripainungengngi tike, ricapu-capui tau’e sibawa ninii. Artinya: Tidak mudah melaksanakan kejujuran, karena diibaratkan seekora burung liar bilamana tidak tahu menjinakkannya. Cara menjinakkannya yaitu; diukurung dengan rasa malu/siri’, Makanannya kewaspadaan, minumannya dengan hati-hati, kemudian selalu diusap dengan perasaan takut/taqwa dan penuh ketelitian
Sementara itu,Pappangaja adalah nasehat yang diberikan oleh orang tua, to sulsana/cendekiawan atau raja kepada anak cucu/orang banyak untuk dijadikan pedoman hidup dari kata-kata sulsana atau kata-kata hikmah tersebut. Pemberian pangaja itu ada kalanya melalui cerita berisi ibarat, perumpamaan dan sebagainya.Sifat dan tingkah laku yang ditampilkan itu memberikan kesan bahwa sifat itu adalah terpuji dan mulia.Penuturan pangaja itu selalu mengarah kepada yang baik atau benar,sebaliknya sifat yang tidak baik tercela dilarang. Dibawah ini disajikan beberapa pappaeng dan pappengaja;
1. Aja’ nasalaiyo acca, nasaba iyya riasengnge tau macca, malemae teppa adanna natongengpi napoadai; malebbii kedona enrengnge pangampena, naparajai padanna tau napakatunai alena. Artinya: Jangan jauhkan dirimu dari kecakapan/kepintaran. Sebab yang dikatakan orang pintar ialah orang yang lemah lembut bicaranya, dan hanya yang benar yang dia ucapkan; bertingkah laku yang baik dan sopan santun kepada sesamanya dan selalu merendahkan diri.
2. Aja’ nasalaiyo isseng madeceng. Naiyya riasengnge isseng madeceng pakkalu lempukengngi rialena ada-adanna ripadanna tau. Artinya: Jangan kehabisan ilmu pengetahuan atau bicara yang baik sebab yang dimaksud pengetahuan/bicara yang baik adalah berkata secara lemah lembut terhadap sesama orang.
3. Aja’ nasaliyo nyameng-kininnawa. Naiyya riasengnge nyameng-kininnawa teppasilaingengngi seyajinna mawek mabela enreng nge Tania-e seyajinna, nasappareng maneng deceng sininna tau medennuangnge rialena. Artinya: Jangan tinggalkan ketulusan hati. Karena yang dimaksud ketulusan hati/kebaikan budi, ialah tidak membedakan antara family dekat dengan family jauh atau yang bukan familinya, dia akan berupaya mencarikan kebaikan semua orang yang membutuhkannya.
4. Makkedai Petta Matinro-e ri Kannana; naiyya lempu-e patampuawangengngi: - Sewwani : Nasalaiwi naddampeng - Maduanna : Magetteng taro bicara. - Matellunna : Temmangoa-engngi taniya olona, - Maeppana : Tessalai-e janci. Artinya: Kata Petta Matinro-e ri Kannana, bahwa ada empat ciri dari orang lurus/jujur. - Pertama : Kalau bila kita salah ia memaafkan. - Kedua : Teguh pendirian, tegas dalam ucapan. - Ketiga : Tidak serakah terhadap hal yang bukan haknya, - Keempat : Tidak mengingkari janji.
5. Tellomo-lomo alempurengnge ripegau’, apa rirapangngi manu-manu malinrang, rekko tenrissengngi pappepatona. Naiyya pappepatona riurungngi sibawa siri’, naiyya pappanrena makkalitututue, naiyya ripainungengngi tike, ricapu-capui tau’e sibawa ninii. Artinya: Tidak mudah melaksanakan kejujuran, karena diibaratkan seekora burung liar bilamana tidak tahu menjinakkannya. Cara menjinakkannya yaitu; diukurung dengan rasa malu/siri’, Makanannya kewaspadaan, minumannya dengan hati-hati, kemudian selalu diusap dengan perasaan takut/taqwa dan penuh ketelitian
Kamis, 02 Februari 2012
TajalliQ
Suasana malam itu dingin dan teramat sepi, d sertai tetes air hujan yg menambah dingin sekitarku,
Q coba untuk DIAM dalam keDIAMan, perlahan q rasakan, RASA itu mulai hadir menyapaq demikian lembut dan halus skali,
M'belaiku dalam getaran dasyaT, getaran cinta yg p'lahan q cari entah datang dari mana...
Dalam DIAM kuteresap, Semakin dalam & dalam, tak kuasa diri ini, tak mampu diri ini, hanya ketiada b'dayaan, Ketiada berdayaan yg sangat.
Q coba lantunkan RASA itu, walau tak pernah t'bayangkan oleh akal, hanya dpt di rasakan oleh hati2 yang hidup……
Q coba lantunkan RASA itu, walau tak pernah t'bayangkan oleh akal, hanya dpt di rasakan oleh hati2 yang hidup……
Bismillahi Rohmaani Rohim, Subhanallah,Wal Hamdulillah, Wa Laa Ilaaha Illallah, Wallahu Akbar, Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim……
B'getar s'luruh diri ini melantunkan syair'' cinta untukMU ya ROBB, Seakan seluruh isi tubuh ini merinding tak t'tahankan, Hanyut dlm alunan desah nafas Sang Maha Pengasih dan Penyayang....
Serasa dunia ini smakin indah & berarti, Hidup dlm pelukan Cinta dari sang Maha Pecinta, Ketak berdayaan melandaq, dalam sekali, Kelemahan dan kebodohan membuatq semakin rendah.
Apalah artix diriq jika tanpaMU…
Yaa ROBB……
Pelukan hangat dan desah nafas cintamu itu sungguh meliputiku……
Hidup bersamaMU sampai akhir nanti itulah doa dan permohonanq tanpa dapat q hentikan…….
Kasih MU, Sayang MU, Anugerah MU, Kehadiran MU, itulah arti hidupq…….
Ampun Ya Allah...
Tenanglah setenangx diriq, amanlah Seaman amanx diriq.....
SalamKu
Assalamu alaikum ucap jiwa dlm hati
Jiwa P'jatkan doa sekedar b'harap
kepada ilahi
M'getuk pintu sebagai tamu
B'harap diterima s'bagai tamu yg
diharapkan.
Oh, Pantaskah q b'tamu dgn ini...?
Tanpa busana k'banggaan yg melekat
pada diri
Akankah jiwa dihormati dan tdk dipandang
setengah hati
Q katakan padamu bahwa tuanku seorang pemurah hati.
Kemewahan tdk m'buat jiwa mulia
Tanpa busana pun manusia bisa m'jadi
mulia
Bukankah jiwa datang tanpa harta...?
Dan tahukah kamu harta apa yg paling
mulia...?
Sang Maha mewariskan Surga dan neraka
Bagi Hamba Yg b'taqwa dan durhaka
Puja dan Puji Bagi sang Maha
Engkau adalah Keadilan ilahi
Engkau cipta sang kaya dan kaum papa
Agar mereka bisa m'beri dan menerima
P'bedaan yg berarti sama
Bahwa mereka sbenarx tiada memiliki
apa-apa
Benakku bertanya....?
Kenapa jiwa harus
t'cipta...?
Kenapa jiwa t'cipta kalau hanya tuk
tiada....?
Yang Maha b'kata tidaklah q cipta semua
ini dengan sia-sia
Apa maksud ini semua...?
Semua jiwa pasti b'tanya, siapakah aku
yg sbenarx...?
Kenapa aku berada, dan kenapa aku harus
tiada...?
Tidakkah jiwa b'pikir kenapa jiwa datang
kedunia....?
Pernahkah jiwa m'dengar Yg Maha
berkata
"KUCIPTAKAN JIN DAN MANUSIA HANYA
UNTUK MENYEMBAH KEPADAKU"
Ku katakan kebenaran sejati,
Ku katakan
tujuan hidup sejati
Bahwa manusia hanya dicipta tuk
menyembah kpada Sang Maha....
Tuk Jiwa Jiwa Yang Damai
Dahulu jiwa t'cipta tdk ada yg percaya
Bahwa jiwa akan b'buat aniaya t'hadap
sesama
Atas kasih sayang jiwa menjadi mulia
S'mesta sujud berikan p'hormatan
Jiwa turun kedunia karena wanita
Karena wanita jiwa m'gerti arti bahagia
Wanita dicipta untuk jiwa agar m'mahami
arti cinta
Dgn cinta jiwa m'ngerti bahwa jiwa adalah
seorang hamba
Cinta bukan memiliki akan tetapi hanya ingin
dimiliki
Biarlah cinta yang membawa jiwa kpda
pemilikx
Hanya Tulus dan Ikhlas yg m'buat cinta
itu b'makna
Karena Cinta telah cukup tuk cinta Yg Maha Esa
M'cipta alam semesta
Yang Maha Esa M'cipta manusia bukan
dgn sia-sia
Ttapi hanya ingin menunjukkan apa itu
bahagia
Agar manusia m'gerti bahwa ia adalh s'orang hamba yg memiliki Raja
Manusia turun kebumi tuk diuji
Tuk m'jadi manusia sejati
Muliakan hati tuk m'dapatkan derajat
t'tinggi
Menjadi kekasih yg dikasihi dan diberkati
Apakah Dunia tak seindah rupanya
Menipu dan m'perdaya slama hidupnya...?
Dunia ini tlah menenggelamkan manusia,
Begitu kejamkah dunia ?
Sesungguhx dunia dicipta tuk melayani
dan dilayani,
Akan tetapi manusia s'diri yg tak tau diri
Egois bahwa manusia plg
sempurna
Bencana alam t'jadi bukan karena usia
dunia yg sdah tua
T'tapi manusia yg b'buat semena - mena
terhadapx
hanya ingin dilayani ttapi tdk ingin
melayani
bencana t'cipta karena manusia lupa hingga
Yg Maha Murka,
Hanya jiwa yg m'gerti jiwax
Hanya Jiwa yg sadar dpt m'gerti
jiwax
Bahwa jiwa tdk selamax didunia
Bahwa usia tlah b'kurang dlm duniax
Jiwa t'cipta tuk m'jadi bahagia dan
merdeka
Jiwa merdeka, hanya ikhlas yg ada
Saat Yang Maha berkata Inilah saatx
engkau kembali
Jiwa Pasrah dan rela hanya terucap kata "LAILLAHA ILLAALLAAHU WALAQUWWATA
ILLA BILLAH"
Amin.........................
Rabu, 01 Februari 2012
Tajalli
Apabila Dia menemuimu sebagai teman…
Dialah teman yG tak t'putus hisab…
Apabila Dia menemuimu sebagai kekasih…
Dia-lah Kekasih yang pertemuan dengan-Nya
lebih utama daripada surga…
Apabila Dia menemuimu sebagai Rabb…
Tundukkan diri dalam kedhaifan…
bersimpuhlah dipelatar Arsy-Nya..
Agungkan Asma-Nya…
Dia…..
Tiada Tuhan Melainkan Dia…
Maha suci Dia…
Dan sgala puji untuk-Nya….....
http:// adhie-1.blogspot .com/
Langganan:
Postingan (Atom)
Rezky Restu Sakti
Anakku Buana Atikku, Abbonga bongaki ri pangkaukeng madecengnge, aja'na rilaleng makkijae. Attongeng tongekki ridecengnge aja'na ripangkaukeng masalae Engkaki mancaji tau masagena mabbere makkuatopa mattarima, aja' taperrisiwi asagenangetta. Malappa atuongetta, mapaccing atitta Riyissengngi ri esso wennie, riyisseng toi riyasengnge sifa'' adele'e. Tau iyye missengngi pura mannessani Naisseng Tepu madecengngi sininna sewwa''e iyye purae irencana, makkotopa eganna tepu madeceng sewwa'' iyya de'e lairencana. Sininnaro pura natoro madeceng Puang sewwae Sewwa'' iyye purae irencana de'e nasilennereng, makkotopa sewwa'' de'e narirencana silennereng, sabbarakengngi. Jancinna puangnge tania belle'' Iyya tau madecengnge, manyamengngi, amangngi, nenniya salamai ajokkangenna Sewwa'' elo'e ipaddibola riyanu teppeddingngenatarima akkaleng, papole madecengngi nasibawai tongeng''. Sewwa'' de'e nairita pura mannessa engkai poleakki agi'' purae napparentang puang Allah ta'ala riyalena Amalakki amala biasa'' bawang, ko engkaki masagena napaulle Appuasaki iyyana parellue Paccoba, paccallang, sibawa pammase: iyamanennaro pura nataro madeceng puangnge, sarekkuammengngi engka perubahan atuongeng lino. Engka maneng paggangkanna, namoni riyaseng sipuppureng lino Tafegau'i sewwa'' weddingnge rifigau', tafaddiyolo matoi malemma'e ripahang. Iyya makessingnge riyalemu, iyyanaritu sewwa'' weddingnge mujama Aja' to talliwe' liwe' riatuongetta, adelekki riyaleta, ritau laingnge, riperasaatta nenniya pikiratta, adele tokki ripangkauketta. Aja' tasolangi aleta, aja'to tasolangi tau laingnge. Engkaki rilaleng amaikengnge


