Sadda, mappabati Ada, Ada mappabati Gau, Gau mappabati Tau, Tau sipakatau Mappaddupa Nasaba Engkai Siri’ta nennia Pessee ta, Nassibawai Wawang ati mapaccing, lempu, getteng, warani, reso, amaccangeng, tenricau, maradeka nennia assimellereng Makkatenni Masse ri Panngaderengn na Mappasanre ri elo ullena Alla Taala. artinya: Bunyi mewujudkan kata,...Kata mewujudkan Perbuatan,Perbuatan Mewujudkan Manusia,Manusia Memanusiakan Manusia, Membuktikan di Dunia Realiti kerana Kita Memiliki perasaan malu dan teladan ( pengaruh) disertai dengan Kesucian hati, kejujuran, keteguhan, keberanian, kegigihan dan ketekunan, kecerdasan minda,daya saing yang tinggi, kemerdekaan, Berpegang teguh pada adat dan tradisi serta bertawakal kepada Kekuasaan Allah Yang Maha Kuasa.

Kata Bijak Pak Mario

Selasa, 29 Desember 2015

MAHAR PENGANTIN BUGIS

Suku Bugis adalah salah satu suku yang ada di Indonesia, meskipun keturunan suku ini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan luar negeri, tetapi pada dasarnya suku Bugis berasal dari Sulawesi Selatan atau biasa dikenal dengan nama Ujung Pandang/ Makassar.
Saya juga adalah seorang Gadis keturunan Bugis. Sebagai perempuan, kita harus pandai melihat diri. Jadilah perempuan Bugis yang materru' (berani) dan malampe' nawa nawa (bijaksana dan cerdas) agar kita pantas untuk seorang lelaki Bugis yang berkarakter joa (pemimpin) dan memiliki prinsip alempureng (kejujuran) dan assitanajangeng (kepantasan).
Bagi orang Bugis, pernikahan adalah sebuah arena untuk menampilkan identitas sosial dan melestarikan garis silsilah serta posisi di tengah masyarakat. Memang, kita bisa mengatakan bahwa ini adalah warisan sistem feodal pada masa silam, namun jejak-jejaknya masih bisa ditemukan pada masa kini, khususnya pada momentum pernikahan.
Jika anda hendak menikahi perempuan berdarah bangsawan (yang ditandai gelar Andi di depan namanya), maka perkirakan sendiri berapa biaya yang hendak disiapkan. Semakin mahal biaya pernikahan, maka semakin tinggi pula citra diri yang dipancarkan seseorang di masyarakat.
Demi pernikahan mahal itu, seorang pria akan mengeluarkan segala daya dan sumberdaya yang dimilikinya demi mempertegas status sosialnya. Mahar tidak hanya gelar ,takaran ,simbolis mahar yang di diberikan kepada orang tua mempelai wanita juga ditentukan mengikuti garis keturunan ,takaran simbolis ini ,disebut harga kedudukan (sompa bug) ,selalu dibayarkan menurut jumlah kententuan adat ,dan sompa yang diterima perempuan tidak boleh lebih rendah yang diterima ibunya jika garis keturunan ayahnya lebih tinggi dari garis keturunan ibunya.
Suku Bugis mempunyai filosofi hidup yang cukup banyak, salah satunya adalah “Reso” yang artinya kerja keras. Jadi, seharusnya perhelatan yang mahal tersebut menjadi motivasi untuk bekerja keras sehingga apa yang diinginkan (perempuan yang dicintai) bisa didapatkan. banyak yang terjadi “Cintaku tertahan di Mahar”. Pasalnya, mahar yang berlaku secara umum pada suku Bugis ini tidak tanggung-tanggung. Perempuan yang sudah lulus S1, biasanya dihargai 50juta, S2 75 juta, S3 bisa sampai 100juta, belum lagi yang sudah pernah ke tanah suci atau sudah hajja. Harga-harga tinggi ini masih sangat kental berlaku dikalangan pejabat-pejabat. Adapun untuk masyarakat biasa non pejabat biasanya ada negosiasi harga antara keduabelah pihak. Jadi tidak se“besar” yang dibayangkan.
Walaupun banyak pendapat yang mengatakan gadis Bugis-Makassar nantinya banyak yang akan menjadi perawan tua jika budaya itu tetap diberlakukan. Namun, ketika makna dari budaya ini dipahami aku yakin budaya cerai-nikah yang sekarang menjamur akan mulai terkikis.
budaya mahar gadis Bugis-Makassar yang mahal ternyata memiliki makna. Itu bukan berarti bahwa gadis Bugis-Makassar dijadikan sebuah barang yang diperjual belikan dengan uang. Akan tetapi, dengan adanya mahar yang besar akan membuat si calon suami betul-betul memikirkan sematang-matang mungkin untuk menikah dan ketika telah menikah tak ada kata pisah atau cerai karena meminang gadis bugis-makassar butuh pengorbanan yang banyak. Akan sangat merasa rugi ketika akan dilepas begitu saja.
Lewat tulisan ini saya akan membahas keistimewaan wanita bugis. keistimewaan itu antara lain:
wanita bugis terkenal akan kesetiaannya kepada pasangannya hal ini bisa dilihat dari rendahnya angka perceraian yg terjadi di sulawesi selatan, selain itu sejaak dahulu orang bugis sul-sel terkenal sebagai pelaut ulung meskipun mereka melaut beberapa bulan  hingga tahunan namun istrinya tetap setia menunggu kedatangan suaminya.
wanita bugis sabar , ketika anda sudah menikahi wanita bugis maka dia akan mengikuti suami kemana pergi dan rela tinggal dimana saja asalkan bersama sang suami.

wanita bugis, penyayang sama mertuanya ketika anda sudah menikahi wanita bugis maka selain dia akan mencintai anda dia juga akan menyangi mertuanya dan akan merwat mertuanya sebai-baiknya seperti merawat orang tua sendiri.

wanita bugis kalau dilamar memerlukan biaya yg tinggi berkisar paling rendah 15.000.000 hingga 45.000.000 rupiah.

wanita bugis mempunyai tiga keahlian yaitu :pertama ahli didapur dalam hal ini wanita bugis pintar memasak masakan untuk suami .

wanita bugis ahli membuat pasangannya senang ditempat tidur .

wanita bugis pintar mengelola keuangan keluarga.

Sebagai perempuan, kita harus pandai melihat diri. Jadilah perempuan Bugis yang materru' (berani) dan malampe' nawa nawa (bijaksana dan cerdas) agar kita pantas untuk seorang lelaki Bugis yang berkarakter joa (pemimpin) dan memiliki prinsip alempureng (kejujuran) dan assitanajangeng (kepantasan).

setelah berkaca pada kenyataan yang ada, uang hantaran tetaplah menjadi prestise hampir di setiap kalangan masyarakat Bugis - Makassar. Jumlah uang hantaran menjadi simbol bentuk upaya mempertahankan kelas sosial. Meskipun masih ada keluarga Bugis - Makassar yang tidak menilai pernikahan dari jumlah uang hantaran dan meriahnya pesta. 

Pasangan yang sudah memiliki cukup alasan untuk berkomitmen menuju gerbang kedewasaan, yaitu pernikahan. Meski perasaan cinta dalam pernikahan itu tidak selalu ada dan meledak-ledak. Tetapi menjadi dewasa adalah menjalani takdir kita sebagai suami dan istri yang kelak menjadi ayah dan ibu.


Hanya saja, mereka terlahir dalam lingkungan keluarga Bugis yang masih teguh memegang tradisi sompa dan dui' menre'. Itulah ujian yang harus dilewati lelaki Bugis sebelum benar-benar menjadi dewasa. Di sisi lain, mahalnya dui' menre' adalah pembuktian kesungguhan lelaki Bugis untuk menikah.

Kembali pada budaya mahar di Sulawesi Selatan, mengapa jumlah dui' menre' terus meningkat setiap tahunnya menyaingi budaya Arab ? Entah bagaimana awalnya paragdima uang hantaran yang tinggi itu memang membudaya di masyarakat Bugis - Makassar.

Minggu, 18 Oktober 2015

Akhirnya Aku Memilikimu

Bertahun sdh rasa ini terpendam
Hanya bisa menorehkan harap
Membayangkanmu adalah ceriaku
Dan kini aku sdh memiliki mu
Mensahkan ikatan ini dengan halal
Seperangkat alat shalat pintamu
Sebagai bukti keseriusan ku
Dan sdh ku tunaikan hasratku
Terima kasih untukmu bidadariku
Dikau hadir di saat yang tepat
Di saat diri ini beranjak bijaksana
Dikau bawa kedewasaanmu

Minggu, 19 Juli 2015

BUNG KARNO DAN TUGAS ILLUMINATY

Di tengah Penjajahan Kolonialisme Belanda pada 6 Juni 1900, seorang perempuan, Ida Ayu Nyoman Rai, yang sehari-hari dipanggil Nyoman, melahirkan seorang putra bernama Soekarno. Pada 1 Juni 1945, dihadapan Badan Penyelidik Usaha Persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) Soekarno, pertama kali berpidato tentang Pancasila yang selanjutnya menjadi dasar Ideologi Negara Republik Indonesia. Sehingga Setiap 1 Juni dikenal sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Ia menjadi menjadi Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang berdiri pada 17 Agustus 1945. Pada 22 Juni 1966 Soekarno dipaksa meletakkan jabatan lewat penolakan oleh MPRS atas Pidato Pertanggung Jawaban Presiden Soekarno,--setelah sebuah kudeta militer yang didukung Amerika Serikat pada 30 September 1965. Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta pada 21 Juni 1970.

Sudah banyak tokoh sejarawan, budayawan, ilmuwan maupun politisi yang membahas tentang Sang Proklamator RI, Soekarno. Khususnya pada bulan Juni ini terkait dengan Lahirnya Pancasila serta hari ulang tahun kelahiran dan meninggalnya beliau. Melalui tulisan ini saya yang bukan siapa-siapa namun pernah diasuh Bung Karno selama 5 tahun secara langsung mencoba untuk menjawab beberapa kontroversi yang muncul,-- tentang langkah politik Sang Proklamator dari sisi yang tidak banyak diketahui umum.

Kita sudah membaca tulisan bagaimana beliau bersahabat dengan HOS Cokroaminoto dan tokoh-tokoh lain dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia. Hanya sayang sampai kini belum ada satu tulisanpun yang membahas tentang hubungan Bung karno dengan seorang tokoh yang memiliki perusahaan percetakan di Yogjakarta sejak tahun 1918. Tokoh ini dikenal bernama Yudho Prayitno,-- tinggal di Desa Klirong, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen.

Sesungguhnya tokoh inilah yang menjadi tokoh sentral dari semua tindakan dan keputusan dibelakang Bung Karno. Ki Yudho Prayitno juga adalah penasihat spiritual Hamengku Buwono (HB) VII sampai dengan HB IX, Soekarno dan terakhir,-- Jenderal Soeharto.

Walaupun Ki Yudho Prayito tidak banyak dikenal dalam sejarah Indonesia saat ini, namun para pendiri dan pejuang yang memerdekakan bangsa ini pada tahun 1945 mengenalnya. Pada masa sebelum kemerdekaan, Yudho Prayitno ini dikenal para perjuangan kemerdekaan dengan sebutan Romo Yudho.

Sesungguhnya Ki Yudho Prayitno lah yang merancang negeri ini merdeka sampai dirinya wafat tahun 1978. Ki Yudho Prayitno juga yang mengatur kepergian Bung Karno ke Eropa dan keliling dunia tahun 1929 sampai 1934.

Untuk membuktikan pernyataan ini kami berharap para sejarawan mau meneliti peninggalan dokumen sejarah yang masih utuh di rumah peninggalan Ki Yudho Prayitno di desa Klirong untuk menjadi referensi sejarah yang selama ini belum terbuka. Semua arsip dokumen surat menyurat rahasia pemimpin dunia dengan Ki Yudho Prayitno sampai tahun 1978 masih lengkap tersimpan dan bisa dilihat di rumahnya di desa Klirong, Kecamatan Klirong. Lewat dokumen-dokumen itu kita akan tahu bahwa dirinya berhubungan bahwa,--mengendalikan secret society dunia yang dikenal dengan nama Illuminaty atau Free Masson,--kelompok-kelompok rahasia.yang mengatur keseimbangan dunia internasional sampai saat ini.

Dari arsip-arsip dokumen sejarah di desa Klirong, juga akan diketahui Ki Yudho Prayitno adalah generasi terakhir orang Lemurian yang memiliki kekuatan 1.680 kali daya gravitasi bumi. Sebuah kenyataan yang sangat susah diterima oleh akal sehat dan ilmu pengetahuan manusia saat ini.

Melalui Romo Yudho inilah Bung Karno menimba Ilmu khususnya wawasan internasional yang belakangan banyak menimbulkan kontroversi. Beberapa kalangan, sudah mulai melihat Bung Karno dikaitkan dengan Illuminaty atau The Free Masson. Tidak mengherankan karena kedekatannya dengan Ki Yudho Prayitno.

Apakah bung karno adalah anggota Illuminaty atau The Free Masson? Bung Karno bukan anggota Illuminaty atau The Free Masson. Bung Karno adalah adalah riil, wakil pemimpin Illuminaty atau The Free Masson yang dipimpin oleh Ki Yudho Prayitno. Ini sebuah garis tidak diwariskan kecuali bagi mereka pemegang kesaktian yang disebut wali-nya jagad. Setiap era selalu hanya ada dua orang Pemimpin dan wakilnya. Saat ini juga sudah ada generasi baru Pemimpin dan wakilnya. Hanya bedanya, generasi baru inilah yang akan bergerak mengambil alih peradaban dunia yang selama ini ditunggu tunggu dengan segala macam tafsir dan sudut pandang.

PERANG DUNIA

Proses Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua tidak lepas dari dua tokoh dari Nuswantara, Yudho Prayitno yang menjadi guru spiritual pemimpin-pemimpin Eropa dan Amerika,--dengan tangan kanannya yang bernama Soekarno.

Perang Dunia Pertama dan Kedua adalah dalam rangka mempersatukan pulau-pulau di Nusantara untuk menjadi sebuah bangsa dan Negara. Tujuan akhirnya adalah mengembalikan kebesaran sejarah Nuswantara yang oleh bangsa-bangsa Eropa disebut Atlantis. Upaya persatuan itu dilakukan oleh Bung Karno atas petunjuk Ki Yudho Prayitno.

Tidak ada satu tulisan sejarah nasional yang mampu menjawab dimana Bung Karno pasca Sumpah Pemuda sampai Oktober 1930. Dalam kurun waktu itu Bung Karno berangkat ke Inggris dengan fasilitas dari Ki Yudho Prayitno. Sejak itu dimulailah petualangan Bung Karno dalam kancah pertarungan politik di Eropa.

Dalam perjalanan di Eropa, Bung Karno berkomunikasi beberapa orang politisi Eropa, salah satunya dengan Winston Churchill yang belakangan menjadi perdana menteri Inggris, bahkan dengan Adolf Hitler yang bekalangan memimpin Jerman Raya. Kedua orang ini adalah anggota Illuminaty atau The Free Masson.

Kembali muncul pertanyaan,-- mengapa Bung Karno berkomunikasi dengan orang-orang yang saat ini dikenal sebagai bagian dari gerakan konspirasi berdasarkan teori yang berkembang saat ini? Bung Karno sedang mempersiapkan sebuah revolusi dunia,-- mengubah dunia dengan tujuan akhir untuk mempersatukan nuswantara menjadi sebuah negara bernama Indonesia.

LEMURIA - ATLANTIS - NUSWANTARA

Sesungguhnya kedua pergerakan bawah tanah Illuminaty atau The Free Masson tersebut adalah bagian dari rencana untuk mengembalikan peradaban dunia ke asal mulanya. Bila demikian asal peradaban itu dari mana? Inilah yang tidak pernah kita pelajari dan mau peduli. Sesungguhnya asal peradaban itu bernama Atlantis atau Nuswantara Raya dan berpusat di pulau Jawa. Bangsa Atlantis atau Nuswantara itulah sesungguhnya bangsa Lemuria. Secara genetis peradaban inilah yang coba dikudeta oleh kaum Samiri Yahudi.

Sejarah peradaban dari Lemuria, Atlantis dan kemudian Nuswantara ini didapat dan disadari oleh Bung karno setelah mendapat wawasan lengkap dari Ki Yudho Prayitno. Sejak saat itulah muncul gagasan Tri Sakti dalam diri Bung karno. Bung Karno jugalah yang merancang Merah Putih, Panca Sila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Doktrin Tri Sakti Bung Karno adalah bukti bahwa dirinya berperan penting dalam Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua. Bung Karno juga berperan penting dalam membuat sistem pembayaran dunia baru dibawah program Jenderal George Marshall yang dikenal dengan Marshall Plan. Tentang Tri Sakti dan Keterlibatan Bung Karno dalam Marshall Plan membutuhkan penjelasan tersendiri.

Jadi sesungguhnya Bung Karno memegang rahasia sejarah besar bangsa yang hidup dijajaran pulau-pulau di Nuswantara,--termasuk sejarah Negeri bernama Astina Nagari, Amarta Nagari dan Magada yang justru diklaim jadi sejarah India.

Coba buka dan cermati pidato bung karno saat maulid di istana tahun 1962 dan 1964. Bung Karno mengerti benar inilah negeri-negeri bangsa besar bernama bangsa Lemurian. Saat itu Bung Karno bicara tentang Astina Pura Nagari dan Amarta Pura Nagari dan Magada bukanlah negeri pewayangan namun. Bung Karno mengatakan bahwa ketiga negeri yang dimaksud itu adalah negeri kita yang disebut ‘Jamrud Khatulistiwa’

Pelan-pelan rahasia yang tadinya dipegang oleh kelompok-kelompok bawah tanah Iluminaty dan Free Masson,-- ini sudah mulai terbuka dalam catatan-catatan rahasia di Eropa, Amerika Serikat dan di China. Mungkin semua orang tidak percaya sesungguhnya Iluminaty dan Free Masson itu dibawah kendali orang Indonesia yang bernama Yudho Prayitno dan pendampingnya, Soekarno, yang bertugas membangun komunikasi terbuka dengan seluruh kelompok pergerakan di dunia. Inilah sebab mengapa pada saat pembentukan program Marshall Plan Bung Karno dilibatkan. Hingga saat ini kelompok rahasia tersebut tetap dikendali orang Indonesia. Sehingga dunia tidak berani frontal menghancurkan negeri ini.

Saat ini semua pengamat konspirasi di dunia sedang menanti rahasia tersebut terbuka. Semua sudah digariskan alam, oleh sebab itu krisis keuangan dan ekonomi dunia akan berlanjut sampai seluruh negara di dunia menyadari mereka butuh penyelamatan dari kelaparan dan pemusnahan.

Seperti yang sudah diakui oleh NASA akan terjadi benturan benda angkasa dalam waktu dekat. Di beberapa bagian dunia, orang mendengan suara ‘Terompet Sangkakala’. Padahal peristiwa tersebut berkaitan dengan akan terbukanya beberapa bagian peradaban yang disembunyikan oleh peradaban sekarang,--yaitu saat ditutupnya peradaban di Menara Babel.

Saat peradaban Lemurian ditutup ada perjanjian antara bangsa-bangsa yang melayani Menara Babel tentang bangsa apa saja yang diperkenankan oleh peradaban. Kelak, bersamaan dengan tertutupnya agama-agama samawi, maka terbuka kembali peradaban Lemurian yang pernah hilang. Dalam prosesnya selalu ada yang diberi tugas untuk mengendalikan melalui gerakan bawah tanah agar sejarah peradaban tidak diselewengkan lagi pada tujuan mengapa bumi dan semesta diciptakan. Gerakan-gerakan bawah tanah ini setiap jaman selalu berubah-ubah. Di Inggris dikenal dengan Satria Templar, di Nuswantara disebut Mandala.

Demikian sedikit tulisan kecil ini semoga berguna bagi bangsa Indonesia untuk mengenal siapa Bung Karno yang dicintainya agar siap menyambut peradaban baru yang sebentar lagi datang di atas bumi Nuswantara ini.

Selasa, 11 November 2014

RINDU AYAH

Ayah, berakhir sdh kau terjajah rentah
Waktu tlah usai menjerat semangatmu
Dan hari ini hari terindah buatmu
Dan sy tak sempat hadir di saat terakhirmu

Tapi aq bertahan ayah dari jajahan air mata
Saya ikhlas melepas kepergianmu ke alam sana
Ayah, awalx q tak sanggup
Namun kebijaksanaanmu memotivasiq, meski saya lemah ayah

Saat wadahmu hanyak kulit dan tulang pun kau tetap ceria
Beda dengan anakmu ini, tak setegar dirimu

Ayah, rasax baru kemarin kau manja Aq dengan bijakmu
Terlalu cepat ayah bagiku, hendak kau tinggalkan butuhku
Kedewasaanq belum sempurna ayah sesuai gerak isyaratmu

Ayah, gemetar rasax sluruh tubuhq
Senyum ini tak bisa sembunyikan sedihq

Ayah, kau slalu ada meski kau sdh tiada
Aq rindu ayah, rindu pribadi ayah....
Muara Wahau 12 nov 2014

Senin, 03 November 2014

Kasih Sebatas Senja

Dalam ayunan langkah kaki kita bersama
Tlah terjalin sdh jlinan yg manis
Bilakh ternoda suatu salah dan dosa
Q pinta padamu sudilah maafkan daku

Senja pun tak terasa bergulir
Sampai jua di penghujung akhir cerita
Kasih yg baru terbina pupus sdh
Karena takdir cukup sampai di sini

Q tahu cinta kita tiada  kata
tapi hatiq dan hatimu slg memberi isyarat
Keegoaan diri akhiri kisah kita
Inilah kisah cintaq dan cintamu 

Senin, 27 Oktober 2014

Meninggalkan Keduniawian

Meninggalkan keduniawian sering dikira
sebagai sesuatu hal yang diperuntukkan
biksu-biksu, biksuni-biksuni, para yogi,
atau orang-orang istimewa yang tinggal
di dalam gua, tetapi sebenarnya bukan
hanya itu saja pengertiannya.
Meninggalkan keduniawian berarti
meninggalkan aspirasi ego seseorang,
dan jika kita tidak melakukan kegiatan
ini selama bermeditasi, meditasi tidak
akan berkembang.
Ego suka dihibur dan diafirmasi secara
konstan. 

Ketika dibuat untuk hening, dan
tidak melakukan sesuatu apa pun yang
menarik, ego akan menolak secara keras
dan mencoba untuk kabur dari situasi
tersebut dengan cara mencari hal lain
untuk membuat ego tetap ada, seperti
berbicara, membaca, berkhayal, apa pun
untuk membuatnya tetap ada.
Jika kita tidak menghentikan
kecenderungan-kecenderungan ini, maka
meditasi kita tidak akan berhasil.

Meninggalkan keduniawian adalah bagian
dari jalan spiritual mana pun. 

Artinya melepaskan seluruh ide kita mengenai siapa diri kita, atau apa cita-cita kita, atau apa yang ingin kita miliki.

Semua ini merupakan identifikasi ego
yang secara konstan menguatkan
kembali "aku", dan mengarahkan kita
pada arah yang salah.
Apa yang kita kira dimiliki, rumah-"ku",
suami-"ku", istri-"ku" anak-anak-"ku",
sanak saudara-"ku", teman-"ku",
membuat perasaan "aku" semakin
mantap karena ego membutuhkan sistem
pendukung.
Memberikan ego sebuah ilusi kestabilan.
Tiada satu pun orang-orang atau
benda-benda kepemilikan kita bersifat
permanen, semuanya dapat hilang
dengan segera.
Jika kestabilan ini merupakan sesuatu
yang nyata, maka, semakin besar rumah
atau mobil, semakin banyak teman atau
anak, semakin banyak istri, maka
semakin amanlah perasaan seorang
manusia.
Namun, dengan memiliki seluruh orang-
orang ini dan benda-benda ini justru
membawa lebih banyak kekhawatiran dan
masalah. Bayangkan bila kita memiliki
sepuluh istri dan bukannya satu istri.
Lenyapkan pikiran seperti itu! Ini
hanyalah miskonsepsi kita untuk
membuat kita merasa aman.
Konsep-konsep kitalah yang membuat
hal itu terjadi, karena tentu saja kita
tidak dapat memiliki siapa pun. Orang-
orang meninggal pada saat-saat yang
tidak tepat, menikah dengan orang-
orang yang salah, dan pergi tanpa
meninggalkan sebanyak kepergiannya.
Mereka membuat karma mereka sendiri.
Walau demikian, masih saja kita
menganggap mereka milik kita. Begitu
kita mempercayainya, lalu kita
bergantung pada mereka sepanjang
hidup kita. Mereka harus tetap menjadi
"milikku".
Inilah proses identifikasi kita dengan
keluarga kita, pekerjaan kita, dan
benda-benda yang kita miliki.
Bukannya hanya menjadi satu "aku",
kita sekarang telah bertumbuh dan
melekat di dalam sejumlah orang,
pekerjaan, rumah, dan semua yang
berhubungan dengan hal itu. Sehingga
tampak jauh lebih besar.
Bukan berarti ia harus melempar semua
orang keluar dari rumahnya. Tetapi
selama ia bergantung kepada apa yang
orang lain katakan, pikirkan, atau
lakukan, bagaimana mungkin ia
mempraktikkan ajaran demi
kebebasannya sendiri?
Tanpa identifikasi ini, ego akan kembali
ke ukuran normalnya, hanya satu "aku"
dan itu saja. Bukan berarti ego telah
dihilangkan, tetapi ego akan kembali
mampu kita kendalikan.
Satu tubuh, satu pikiran, tanpa memiliki
dan teridentifikasi dengan banyak
orang dan benda-benda lain.
Meninggalkan keduniawian dapat
dilakukan dalam bermacam-macam
bentuk. Bisa berupa disiplin diri seperti
bangun lebih pagi dari biasanya,
meninggalkan kecenderungan kita untuk
menjadi lebih nyaman.
Meninggalkan keduniawian bisa juga
berbentuk tidak selalu makan pada saat
kita ingin makan, tetapi menunggu
hingga muncul rasa lapar yang
sesungguhnya.
Ketika kita tiba pada saat-saat terakhir
kehidupan kita, kita harus melepaskan
segalanya. Kita tidak dapat
membawanya bersama kita, benda-
benda atau orang-orang yang kita sebut
sebagai milik kita, kita bahkan tidak
dapat membawa tubuh yang kita sebut
sebagai milik kita.
Sebaiknya kita juga mempelajari
kematian sebelum ia tiba.
Inilah sebabnya mengapa momen
kematian seringkali merupakan suatu
perjuangan. Beberapa orang meninggal
dengan damai, tetapi banyak yang tidak
karena mereka tidak siap melepaskan
segalanya. Karena sebelumnya mereka
tidak sempat memikirkan tentang
kematian.
Segala sesuatu yang melekat dengan
kita adalah sebuah halangan, sebuah
rintangan.
Artinya menghilangkan sikap
kemelekatan kita terhadap mereka, yang
merupakan penghalang terbesar kita.
Tak berarti kita tidak lagi mencintai
keluarga kita. Sebaliknya, cinta tanpa
kemelekatan adalah jenis cinta yang
tidak memiliki rasa takut di dalamnya
sehingga bersifat murni. Cinta yang
diikuti kemelekatan adalah belenggu.
Cinta jenis ini berisi gelombang-gelom
bang emosi dan biasanya menciptakan
rantai besi yang tak terlihat. Cinta yang
sesungguhnya tanpa kemelekatan,
memberikan tanpa mengharapkan,
berdiri di samping satu sama lain dan tdk bersandar

PERBEDAAN MENUJU KEKEDEWASAAN

Sebanyak suku bangsa & bahasa
didunia...maka sebanyak itu pula kita
akan mengenal nama & istilah yg di
gunakan untuk menandai dan
memudahkan komunikasi di antara
mereka sendiri...tetapi bila mereka
melakukan lintas komunikasi antar
bahasa, maka di perlukan konversi
bahasa untuk bisa menemukan titik
temunya...bila nama & istilah adalah
hanya penanda suatu "ADA" esensi,
maka apakah sang ADA atau esensi itu
menjadi TIDAK ADA ???...lupakanlah
nama maka kita akan lihat sang ADA yg
berupa tanda dan gejala suatu
esensi ...DIA di sebut sebagai massa &
berat jenis dlm Fisika...di sebut RANGE,
SPEC, dll...sedulur 4 ke 5 pancer
memang sungguh ada dlm esensinya,
sebagaimana adanya spectrum warna
cahaya...dan siapakah sesungguhnya
manusia yg kewadahan dg keilmuan
ini ???... Hanya tuhan yg
tahu...sesungguhnya setiap manusia
belajar dari bahasa IBU...karena TIDAK
ADA YG BARU DI BAWAH
MATAHARI...justru dia yg tidak copas
serta tidak kita kenali jenis
copasannya ...sesungguhnya adalah
ELIEN YANG KESASAR dan tidak akan
pernah kita kenali dan fahami jenis
bahasa dan komunikasinya...hihihihi
sepertinya banyak yg ingin jadi ELIEN
KESASAR sok menjadi penemu dan
berbeda...padahal sesungguhnya aneh
and stupid namanya.

Rezky Restu Sakti

Rezky Restu Sakti
Anakku Buana Atikku, Abbonga bongaki ri pangkaukeng madecengnge, aja'na rilaleng makkijae. Attongeng tongekki ridecengnge aja'na ripangkaukeng masalae Engkaki mancaji tau masagena mabbere makkuatopa mattarima, aja' taperrisiwi asagenangetta. Malappa atuongetta, mapaccing atitta Riyissengngi ri esso wennie, riyisseng toi riyasengnge sifa'' adele'e. Tau iyye missengngi pura mannessani Naisseng Tepu madecengngi sininna sewwa''e iyye purae irencana, makkotopa eganna tepu madeceng sewwa'' iyya de'e lairencana. Sininnaro pura natoro madeceng Puang sewwae Sewwa'' iyye purae irencana de'e nasilennereng, makkotopa sewwa'' de'e narirencana silennereng, sabbarakengngi. Jancinna puangnge tania belle'' Iyya tau madecengnge, manyamengngi, amangngi, nenniya salamai ajokkangenna Sewwa'' elo'e ipaddibola riyanu teppeddingngenatarima akkaleng, papole madecengngi nasibawai tongeng''. Sewwa'' de'e nairita pura mannessa engkai poleakki agi'' purae napparentang puang Allah ta'ala riyalena Amalakki amala biasa'' bawang, ko engkaki masagena napaulle Appuasaki iyyana parellue Paccoba, paccallang, sibawa pammase: iyamanennaro pura nataro madeceng puangnge, sarekkuammengngi engka perubahan atuongeng lino. Engka maneng paggangkanna, namoni riyaseng sipuppureng lino Tafegau'i sewwa'' weddingnge rifigau', tafaddiyolo matoi malemma'e ripahang. Iyya makessingnge riyalemu, iyyanaritu sewwa'' weddingnge mujama Aja' to talliwe' liwe' riatuongetta, adelekki riyaleta, ritau laingnge, riperasaatta nenniya pikiratta, adele tokki ripangkauketta. Aja' tasolangi aleta, aja'to tasolangi tau laingnge. Engkaki rilaleng amaikengnge

Lencana photo Facebook

THANKS TELAH MAU COMMENT DI BLOG SAYA